Beribu-ribu hari telah tumpah
Ada banyak suka dan duka yang merubah
Riuh dikala subuh masih melepuh
Indah dikala senja mulai merekah
Gejolak masa kanak-kanak
Jembatan jiwa dewasa yang mendesak
Kutapak
Hingga menjadi berarak
Cukup lama aku merenda hari
Kujadikan seragam mimpi
Kudalami
…! memang dia mengakui
Masih berat terasa kupergi
Meninggalkan semua yang kita titi
Namun, apalah arti mimpi ini?
Sia-sia tanpa aku yang selama ini sembunyi
Sabarlah, Bundaku!
Aku anakmu!
Selamanya akan begitu
Kuyakin kau juga tahu
… dan kau tahu Bunda! jalan panjang masih terbentang
Hingga batas-batas yang terlarang
… dan kau tahu Bunda! perpisahan bukanlah kehilangan
Hanya batas tipis antara kisah dan kenangan


Gunakan Google Chrome Untuk Mendapatkan Tampilan Terbaik Blog Ini ( ^_^ )