Makhluk yang lembut hatinya
Serasa mengulang waktu
Masih membayang dalam angan
Tutur manismu, kesahajaanmu
Bahkan kemisteriusanmu..
Masih menari indah walau semu
Menyeretku dalam gila nostalgia
Senjamu masihkah bersemu merah
Bejana asaku kusam berdebu
Ketika kata 'payah' menyergap(ku)
Aku kepayahan
Duhai..
Disepagi ini..
Mungkin kita menyatu dalam dimensi waktu
Akal dan hatiku mengaktualisasikan wujudmu
Tak karuan bentuknya..
Memang kesemuan itu menipu
Tapi kadang juga menikmati hee..
Aneh...
Tak tahulah...
Berguru pada takdir.


Gunakan Google Chrome Untuk Mendapatkan Tampilan Terbaik Blog Ini ( ^_^ )